AsiaTaiwanTips WisataWisataWisata Luar Negri

Solo Trip Taiwan Budget Transportasi dan Tips Hemat

Merencanakan solo trip Taiwan budget transportasi itu rasanya campur aduk: semangat karena Taiwan terkenal nyaman untuk jalan sendiri, tapi juga deg-degan soal pengeluaran dan cara pindah-pindah tempat tanpa nyasar. Kabar baiknya, Taiwan punya transportasi publik yang rapi, petunjuk yang ramah turis, dan pilihan biaya yang fleksibel—mulai dari gaya backpacker sampai “hemat tapi tetap enak”.

Di panduan ini, kamu akan menemukan cara menyusun budget yang realistis, strategi hemat yang benar-benar kepakai di lapangan, sampai contoh rute transportasi yang gampang diikuti (dari bandara, keliling kota, hingga antar kota). Targetnya sederhana: kamu bisa jalan sendiri dengan percaya diri, tanpa overbudget dan tanpa drama “kok keretanya beda jalur?”.

Gambaran Cepat: Seberapa Mahal Solo Trip di Taiwan?

Taiwan bisa terasa “murah” atau “mahal” tergantung gaya jalanmu. Faktor terbesar biasanya ada di tiket pesawat dan akomodasi. Setelah itu, biaya harian cenderung stabil karena makanan kaki lima dan transportasi publik relatif terjangkau. Sebagai patokan kasar:

  • Gaya hemat (backpacker): fokus hostel/guesthouse, makan di night market, dan sering pakai MRT/bus.
  • Gaya nyaman (mid-range): hotel bintang 3, sesekali kafe, dan memilih transport yang paling praktis.

Kalau kamu mengincar solo trip Taiwan budget transportasi dengan gaya hemat, yang paling penting bukan “menekan semua biaya”, melainkan memilih pengeluaran yang paling berdampak: lokasi menginap dekat stasiun, kartu transport, dan itinerary yang minim bolak-balik.

solo trip Taiwan budget transportasi

Persiapan Sebelum Berangkat Biar Budget Nggak Bocor

1) Dokumen dan aturan masuk

Aturan masuk Taiwan untuk WNI bisa berubah sesuai kebijakan terbaru. Ada pelancong yang menggunakan skema izin perjalanan tertentu, ada juga yang mengurus visa. Jadi, anggap bagian ini sebagai checklist: pastikan paspor masih berlaku, siapkan bukti tiket pulang/pergi, dan cek persyaratan terbaru (termasuk pengisian kartu kedatangan digital bila diwajibkan) sebelum hari H.

2) Uang tunai vs cashless

Taiwan cukup cashless, tapi uang tunai tetap penting—terutama untuk night market, toko kecil, atau bus tertentu. Strategi aman: bawa sedikit tunai untuk hari pertama, lalu ambil tambahan di ATM saat sudah di kota. Untuk transportasi dan belanja kecil, banyak pelancong mengandalkan EasyCard karena bisa dipakai di berbagai moda transportasi dan beberapa gerai ritel.

3) Koneksi internet

Koneksi internet adalah “alat navigasi” utama saat solo trip. Dengan internet, kamu bisa cek rute real-time, estimasi ongkos, dan jadwal kereta. Kalau budget terbatas, pilih paket data yang stabil; kalau ingin ribetnya minimal, ambil eSIM/ SIM lokal di bandara atau minimarket.

4) Aplikasi yang wajib kamu install

  • Google Maps: untuk rute MRT, bus, dan jalan kaki.
  • Translator: membantu baca menu atau petunjuk tertentu.
  • Catatan keuangan: sederhana saja, biar kamu tahu pengeluaran harian.

Transportasi dari Bandara: Pilih yang Paling Masuk Akal

Dari Taoyuan (TPE) ke Taipei

Kebanyakan pelancong masuk lewat Bandara Taoyuan. Opsi populernya:

  • Kereta bandara (Airport MRT): relatif cepat, rute jelas, dan nyaman untuk pemula.
  • Bus bandara: sering lebih murah dan punya beberapa tujuan (tergantung trayek), tapi waktu tempuh bisa lebih lama jika macet.
  • Taksi: paling praktis jika kamu tiba larut malam, membawa koper besar, atau ingin langsung ke hotel. Kekurangannya: biaya paling tinggi.

Tips budget: jika kamu landing malam dan masih ada kereta/bus, itu biasanya pilihan terbaik. Tapi kalau kamu sudah lelah, taksi bisa jadi “biaya kenyamanan” yang layak—terutama jika dibagi dengan teman (kalau kebetulan kamu ketemu travel buddy di bandara).

Dari Kaohsiung (KHH) ke pusat kota

Kalau kamu mendarat di Kaohsiung, akses ke kota biasanya lebih sederhana karena sistem transportnya juga rapi. Prinsipnya sama: pilih moda tercepat yang sesuai jam kedatangan, lalu pastikan penginapanmu tidak jauh dari stasiun utama.

Transportasi Dalam Kota: MRT, Bus, YouBike, dan Jalan Kaki

1) MRT Taipei: tulang punggung mobilitas

Untuk solo traveler, MRT itu penyelamat. Stasiun bersih, signage cukup jelas, dan jadwalnya konsisten. Cara pakainya simpel: tap kartu saat masuk, tap lagi saat keluar. Pastikan saldo cukup, karena kamu tidak ingin “terkunci” di gate saat buru-buru.

Kalau itinerary kamu padat dan rutenya banyak di dalam kota, pertimbangkan day pass MRT. Harganya bervariasi tergantung jenis pass dan durasi (misalnya 24 jam). Namun, kalau kamu tipe yang lebih banyak jalan kaki dan hanya naik MRT beberapa kali, top up biasa sering kali lebih hemat.

wisata solo trip to taiwan

2) Bus kota: murah tapi perlu strategi

Bus di Taiwan bisa sangat membantu untuk area yang tidak dilewati MRT. Tantangannya: kamu harus teliti dengan halte dan arah. Pakai Google Maps, perhatikan nomor bus, dan jangan ragu tanya driver atau penumpang (biasanya mereka akan berusaha membantu). Untuk hemat waktu, pilih bus hanya ketika ia memang memotong rute jauh—bukan sekadar “coba-coba”.

3) YouBike: seru untuk jarak dekat

Di beberapa area, sepeda publik (YouBike) bisa jadi opsi cepat dan murah, terutama untuk rute datar dan jarak 1–3 km. Cocok untuk area taman kota, tepi sungai, atau perpindahan dari stasiun ke spot yang “nanggung” kalau jalan kaki.

4) Jalan kaki: cara terbaik menghemat dan merasakan kota

Jalan kaki itu bukan cuma hemat, tapi juga bikin kamu “kenal” kota. Banyak area wisata di Taipei yang enak dijelajahi dengan berjalan santai. Kuncinya: pakai sepatu nyaman dan susun itinerary per area supaya tidak bolak-balik lintas kota.

Transportasi Antar Kota: THSR, TRA, dan Bus Jarak Jauh

Kalau rencanamu bukan hanya Taipei, kamu akan bertemu tiga opsi utama: kereta cepat, kereta reguler, dan bus. Masing-masing punya “nilai” berbeda untuk budget.

1) THSR (kereta kecepatan tinggi): cepat, nyaman, tapi lebih mahal

Kereta kecepatan tinggi Taiwan (sering disebut THSR) cocok jika kamu ingin memangkas waktu perjalanan, misalnya Taipei–Taichung atau Taipei–Kaohsiung. Ini pilihan favorit untuk itinerary singkat karena waktu tempuh jauh lebih singkat dibanding kereta reguler.

  • Kapan pilih THSR: saat waktu kamu mepet (trip 4–6 hari) dan kamu ingin pindah kota tanpa menghabiskan separuh hari di perjalanan.
  • Kapan skip THSR: saat kamu punya waktu santai dan lebih mementingkan budget.

2) TRA (kereta reguler): lebih murah, pemandangan lebih dapet

Kereta reguler (TRA) biasanya lebih ramah kantong, walau waktunya lebih panjang. Ini cocok untuk solo traveler yang menikmati perjalanan, ingin melihat kota-kota kecil, atau membuat trip “pelan-pelan”.

3) Bus antar kota: hemat, tapi cek durasi

Bus antar kota bisa jadi opsi paling murah untuk rute tertentu. Namun, durasinya bisa lebih lama dan kenyamanannya bervariasi. Untuk perjalanan malam, bus bisa menghemat biaya penginapan, tapi pastikan kamu sanggup secara fisik dan aman dengan barang bawaan.

Strategi Menyusun Itinerary: Kunci Utama Hemat Transport

Kebocoran budget sering terjadi bukan karena kamu “boros”, tapi karena rute berantakan: bolak-balik lintas kota, salah pilih penginapan, atau terlalu banyak day trip jauh. Jadi, sebelum memesan apapun, lakukan ini:

  1. Kelompokkan destinasi berdasarkan area. Misalnya, hari untuk Taipei bagian barat, hari untuk Taipei bagian timur.
  2. Pilih satu “base city”. Untuk trip pertama, Taipei biasanya base terbaik karena konektivitasnya lengkap.
  3. Batasi day trip jauh. Day trip yang terlalu jauh bikin biaya transport naik dan badan cepat capek.

solo trip Taiwan budget transportasi 2

Rute 6 Hari: Solo Trip Taiwan Budget Transportasi

Ini contoh rute yang fokus pada solo trip Taiwan budget transportasi—bukan itinerary “kejar semua tempat”, tapi itinerary yang realistis dan minim pindah penginapan.

Hari 1: Tiba di Taipei + adaptasi area sekitar penginapan

  • Bandara → pusat Taipei dengan Airport MRT / bus.
  • Check-in, lalu jalan santai di area terdekat (minimarket, tempat makan, dan stasiun terdekat).
  • Malam: night market terdekat untuk makan pertama yang hemat.

Hari 2: Taipei City Highlights (rute MRT + jalan kaki)

  • Pagi: pilih 1–2 spot yang satu jalur MRT.
  • Siang: museum/taman kota (banyak yang biaya masuknya ramah).
  • Sore–malam: area belanja atau distrik kuliner.

Catatan: hari ini biasanya efektif memakai kartu transport isi ulang, karena intensitas naik-turun MRT cukup sering tapi masih fleksibel.

Hari 3: Day Trip Jiufen/Shifen (kombinasi kereta/bus)

  • Naik kereta/bus ke area pinggiran.
  • Siapkan jas hujan tipis, karena cuaca bisa berubah.
  • Pulang sebelum terlalu malam agar tidak kejar-kejaran jadwal transport.

Hari 4: Taipei → Taichung (THSR/TRA) + city stroll

  • Pagi: pindah kota. Jika ingin cepat, pilih THSR; jika ingin hemat, pilih TRA.
  • Check-in, lalu jelajah area pusat kota.
  • Malam: cari night market lokal.

Hari 5: Taichung (santai) atau lanjut ke Kaohsiung (opsional)

  • Jika kamu ingin santai: habiskan hari di Taichung dan nikmati pace kota.
  • Jika trip kamu panjang: lanjutkan ke Kaohsiung dengan THSR untuk pengalaman kota pelabuhan yang berbeda.

Hari 6: Kembali ke Taipei + pulang

  • Jika kamu sempat pindah kota, balik ke Taipei lebih awal agar aman untuk jadwal penerbangan.
  • Belanja oleh-oleh ringan dan pastikan saldo kartu transport tidak terlalu banyak tersisa.

Rincian Budget: Cara Menghitung yang Realistis (Bukan Sekadar Tebak-Tebakan)

Supaya budget kamu kuat, pecah biaya jadi beberapa “pos” yang mudah dikontrol. Berikut template yang bisa kamu ikuti:

Pos Pengeluaran Apa saja isinya Cara hemat tanpa menyiksa diri
Akomodasi Hostel/hotel, pajak, deposit Pilih dekat MRT, cek ulasan kebersihan & keamanan
Makan 3x makan, minum, snack Night market, set menu, bawa botol minum
Transport lokal MRT, bus, sepeda Gunakan kartu transport, susun rute per area
Transport antar kota THSR/TRA/bus Batasi pindah kota, pilih moda sesuai durasi trip
Tiket atraksi Observatory, museum, theme spot Pilih atraksi yang benar-benar kamu mau, cari hari gratis
Internet SIM/eSIM, top up Pilih paket data yang stabil, hindari paket “murah tapi lelet”
Cadangan Hal tak terduga Siapkan 10–15% dari total budget

Contoh budget harian (dua gaya)

Setiap orang berbeda, tapi contoh berikut bisa jadi panduan “angka realistis” untuk menghindari overbudget. Angka di bawah bersifat perkiraan dan bisa berubah tergantung musim, lokasi, serta gaya belanja.

  • Hemat: akomodasi sederhana + makan night market + transport publik. Fokus pada pengalaman dan rute efisien.
  • Nyaman: penginapan lebih private + campuran street food dan kafe + memilih transport yang meminimalkan repot.

Trik yang sering berhasil: tentukan limit harian untuk makan dan transport, lalu biarkan pos “atraksi” lebih fleksibel. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati spot favorit tanpa merasa bersalah setiap kali keluar uang.

Tips Hemat yang Benar-Benar Kepakai (Bukan Cuma Teori)

  • Inap dekat stasiun (bukan sekadar dekat pusat kota). Jarak 5–10 menit jalan kaki ke MRT bisa menghemat biaya taksi dan waktu.
  • Belanja makan di night market saat lapar berat. Porsi besar, banyak pilihan, dan sering lebih murah dibanding restoran turis.
  • Jadwalkan atraksi berbayar di hari yang sama. Supaya kamu tidak bolak-balik naik transport ke area yang sama.
  • Pilih 1–2 day trip saja. Terlalu banyak day trip biasanya bikin transport jadi pos terbesar setelah akomodasi.
  • Selalu cek jam operasional transport terakhir. Terutama kalau kamu pulang dari area pinggiran.

Kesalahan Umum Solo Traveler di Taiwan (dan Cara Menghindarinya)

  • Itinerary terlalu ambisius: hasilnya capek dan biaya transport membengkak. Solusi: kurangi 20–30% spot yang “opsional”.
  • Salah pilih penginapan: murah tapi jauh dari stasiun. Solusi: utamakan akses MRT dan ulasan keamanan.
  • Kurang saldo kartu transport: bikin panik saat gate tidak terbuka. Solusi: top up saat saldo tinggal sedikit.
  • Terlalu fokus hemat sampai tidak menikmati: Solo trip itu soal pengalaman. Solusi: sisihkan budget “treat” kecil, misalnya satu kafe favorit.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Taiwan aman untuk solo traveler?

Secara umum, banyak solo traveler merasa Taiwan nyaman karena transportnya tertib dan area publiknya ramai. Meski begitu, tetap terapkan kebiasaan standar: simpan barang berharga dengan aman, hindari gang sempit larut malam, dan bagikan itinerary singkat ke orang terdekat.

Lebih hemat beli pass atau top up biasa?

Tergantung intensitas perjalanan. Kalau kamu naik MRT berkali-kali dan rutenya padat, pass bisa menguntungkan. Kalau kamu banyak jalan kaki dan hanya naik beberapa kali, top up biasa sering lebih efisien.

Perlukah pindah kota kalau trip hanya 4–5 hari?

Kalau trip singkat, biasanya lebih nyaman fokus di Taipei dan maksimal 1 day trip. Pindah kota memang seru, tapi bisa “memakan” waktu dan menambah biaya transport.

Apa kunci utama menekan biaya transport?

Kuncinya adalah rute yang rapi dan base yang tepat. Susun destinasi per area, pilih penginapan dekat stasiun, dan gunakan kartu transport agar tidak beli tiket berulang.

Checklist Hari-H: Biar Nggak Panik di Jalan

Sehari sebelum berangkat (atau malam pertama di Taipei), luangkan 10 menit untuk “menutup celah” yang sering bikin solo traveler keluar biaya tak terduga. Checklist sederhana ini terdengar sepele, tapi efeknya besar untuk ketenangan dan penghematan.

  • Simpan alamat hotel dalam dua versi: tulisan latin dan (kalau ada) tulisan Mandarin dari halaman booking. Ini membantu saat bertanya arah atau naik taksi.
  • Foto peta jalur MRT yang paling sering kamu pakai: walau ada internet, ada kalanya sinyal bermasalah di lorong bawah tanah.
  • Siapkan uang receh secukupnya: untuk beli minum, loker, atau jajanan kecil tanpa harus memecah uang besar.
  • Atur “budget harian” di catatan: misalnya transport + makan. Tiap malam, cek cepat apakah kamu masih di jalur yang aman.
  • Gunakan tas yang aman: ritsleting yang menutup rapat dan tidak mudah diakses dari belakang. Bukan karena Taiwan berbahaya, tapi karena kebiasaan baik itu menyelamatkan di mana pun.
  • Tandai jam transport terakhir untuk rute pulang: terutama kalau kamu berencana main sampai malam di area yang jauh dari pusat.

Kalau semua ini sudah aman, kamu akan lebih leluasa menikmati kota. Dan ketika kamu jalan sendiri, rasa “tenang” sering kali sama berharganya dengan hemat beberapa dolar.

Baca Juga: Mencicipi Street Food Taipei: Surga Kuliner Malam yang Wajib Dicoba

Pada akhirnya, solo trip Taiwan budget transportasi bukan tentang “seberapa pelit kamu bisa menahan diri”, tapi tentang memilih rute yang cerdas, menginap di lokasi strategis, dan memahami cara kerja transport lokal. Dengan itinerary yang realistis dan budget yang disusun per pos, kamu bisa menikmati Taiwan dengan tenang—dan pulang tanpa trauma saldo.

error: Content is protected !!