Kalau kamu berada di Surabaya dan mencari pengalaman kuliner malam yang khas, jangan lewatkan rawon setan Surabaya. Kuliner ini bukan cuma soal rasanya, tapi juga soal waktu penyajian dan atmosfernya. Di artikel ini saya akan membahas sejarah, keunikan, lokasi, menu & tips agar pengalamanmu makin tak terlupakan.
Rawon adalah sup daging sapi khas Jawa Timur yang berkuah gelap karena penggunaan buah keluak sebagai bumbu utama. Kuahnya terasa gurih berpadu rempah, dan biasa disajikan bersama nasi, taoge, bawang goreng, dan pelengkap lainnya.
Salah satu varian menarik adalah rawon setan — versi rawon yang dijual khusus pada malam hari atau dini hari. Varian ini disebut demikian bukan karena rasa ekstremnya (meskipun kadang pedas), melainkan karena jam operasionalnya yang dimulai malam hingga dini hari, ketika “setan” konon berkeliaran.
Berikut hal-hal khas yang membuat rawon setan Surabaya istimewa dibanding rawon pada umumnya:
Rawon Setan paling terkenal berada di Jl. Embong Malang No. 78, Genteng, Surabaya. Kedai ini strategis, berada di pusat kota dekat landmark seperti Hotel JW Marriott.
Untuk jam operasional, beberapa catatan penting:
Berikut gambaran menu yang bisa kamu temui di Rawon Setan Surabaya:
Harga seporsi rawon setan umumnya antara Rp 28.000 hingga Rp 36.000. Jika menambah isian, harga bisa sedikit lebih tinggi.
Agar pengalaman menikmati rawon setan Surabaya makin maksimal, perhatikan tips berikut:
Dari berbagai ulasan pengguna, banyak yang memuji empuknya daging, kuah yang kuat rasa, dan atmosfer kuliner malamnya. Beberapa juga menyebut bahwa rawon di sini agak mahal untuk ukuran sup, tetapi tetap layak dicoba karena popularitas dan reputasinya.
Contoh review salah satu pengunjung Tripadvisor:
“Lokasinya di depan Hotel J.W. Marriott, pelayanan cepat saji dan empalnya empuk sekali.”
Sementara di PergiKuliner, penilaian rata-rata untuk cita rasa berada di angka 4,1 dari skala 5.
Nama “Setan” di rawon ini bukan karena rasanya yang pedas membara (walau bisa pedas), melainkan karena waktu operasionalnya di malam hingga dini hari. Beberapa sumber menyebut bahwa karena rawon ini muncul di saat larut malam, maka julukan “setan” pun melekat.
Menurut informasi di laman LensAusp, rawon setan bahkan disebut sebagai petualangan rasa pedas di tengah malam.
Di Wikipedia (inggris), rawon setan disebut sebagai varian yang dijual sebagai hidangan larut malam, karena diyakini waktu tersebut “setan” berkeliaran.
Penjelasan tentang rawon serta asal-usulnya dapat kamu cek lebih dalam di halaman Rawon (Wikipedia).
Dengan begitu kamu bisa memahami konteks kuliner Jawa Timur secara lebih luas.
Baca Juga: Kuliner Malam Surabaya: 7 Spot Legendaris Wajib Coba
Jika kamu pencinta kuliner malam atau sedang mencari pengalaman otentik di Surabaya, rawon setan Surabaya adalah pilihan wajib. Sensasi kuah hitam pekat, daging empuk, suasana malam, dan cerita nama “setan” membuatnya lebih dari sekadar sajian makan — ini pengalaman kuliner. Jangan lupa datang malam, pilih menu sesuai seleramu, dan coba sambal untuk memperkuat sensasi. Selamat menjelajah rasa!
Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Malaysia, wisata sejarah George Town Penang adalah pilihan yang…
Demam K-Drama dan K-Pop bikin banyak orang makin penasaran berburu kuliner korea jakarta. Kabar baiknya,…
Bayangkan bangun pagi dengan udara sejuk pegunungan, suara burung yang jelas, lalu membuka pintu tenda…
Sulawesi dikenal sebagai salah satu kawasan di Indonesia yang punya tradisi kuliner kuat, berani, dan…
Kalau kamu suka kota yang bisa “dibaca” seperti buku sejarah lewat bangunannya, wisata arsitektur Prague…
Kalau kamu cuma punya waktu singkat, wisata sehari di Kuala Lumpur tetap bisa terasa “penuh”…